Berita Inforamsi Bola Terbaru 2022
Lezatnya Gado-Gado Warung Bu Lisa Mampu Memanjakan Lidah Warga Kediri | BPIP Tegaskan Pancasila Jadi Prinsip Dasar ASN | Penjelasan Polisi soal Rumah Guru SD Digeruduk Ibu-Ibu Buntut Holywings-Rizieq Shihab | Astra Daihatsu Cetak Pelopor Keselamatan Berkendara di Jawa Tengah | Saat Dikejar Polisi, Penculik ABG Kantongi Airsoft Gun di Sunter Tabrak 4 Kendaraan | Pembukaan Pekan Special Olympics Nasional, Ganjar Bakar Semangat Atlet Disabilitas | Penyalur Amunisi KKB Mengaku sudah Jual Ratusan Butir, Satunya Rp200 Ribu | Pohon 13 Meter Tumbang di Denpasar, Pemotor Tewas dan 4 Kendaraan Rusak | Anies-Andika-Ganjar, NasDem Pilih yang Dapat Respons Paling Baik dari Publik | Kepala RS Jenderal TNI LB Moerdani Ditikam Anak Buah hingga Meninggal | Dana ACT Diindikasi Berkaitan Terorisme, PPATK Serahkan Hasil Analisis ke Densus 88 | Penyaluran KUR BRI Diestimasi Menyerap 32,1 Juta Lapangan Kerja | Memotret Akhir Pekan di Terowongan Kendal yang Makin Kekinian | Tinjau KKHI, Naib Amirul Hajj Puji Kerja Petugas Kesehatan Layani Jemaah | Mentan SYL Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Tjahjo Kumolo |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-obatan dan APD ke Beberapa Wilayah

Oleh : Rista Simbolon (Via Rakyatku ) | Diterbitkan 1 month ago | Short link: https://nextbook.co/9804391

Bagikan Ke : Facebook Twitter


RAKYATKU.COM - Dalam upaya melakukan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat mengirimkan logistik kesehatan berupa Vitamin, Antibiotik, Antipiretik, Desinfektan dan APD ke beberapa wilayah yang diduga terjangkit PMK.

“Mulai tanggal 7 – 12 Mei lalu kami sudah melakukan pengiriman logistik tahap 1 ke beberapa provinsi," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah di Kantor Pusat Kementan Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Nasrullah menyebutkan pada 16 Mei 2022 lalu, Kementan kembali melakukan pengiriman logistik tahap ke-2 untuk wilayah yang diduga terjangkit PMK termasuk Jawa Timur dan Aceh.

Baca Juga : Mentan SYL Optimis PMK Dapat Diatasi Segera

Menurutnya keseluruhan obat-obatan yang telah Kementan kirimkan sebesar Rp534,29 juta dan pengiriman berikutnya akan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2022.

“Begitu ada wabah penyakit PMK, kami bersama-sama dengan Pemerintah Daerah terus melakukan koordinasi, sehingga mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan untuk dapat mengendalikan penyebaran wabah PMK,” ujar Nasrullah.

Nasrullah menyampaikan, pengendalian penyebaran PMK menjadi mutlak yang harus dilakukan agar segera ditangani. Menurutnya, saat ini hewan yang terinfeksi telah diberikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik, dan penguatan imun. Kondisi terakhir pada hewan ternak yang telah diberikan obat dan vitamin juga sudah mulai membaik.

Baca Juga : April 2022, Ekspor Pertanian Tumbuh 15,89 Persen

"Alhamdulillah pemberian dalam bentuk Vitamin, Antibiotik, Antipiretik, Desinfektan dan APD untuk petugas hasilnya jauh lebih baik, seperti hewan yang meler mulai segar dan yang tadinya tidak bisa berdiri kini sudah berangsur normal. Pemberian desinfektan juga sudah kita sarankan di kandang dan area pemeliharaan," ujar Nasrullah.

Sponsored by MGID

“Dengan pemberian obat-obatan diharapkan dapat mencegah meluasnya wabah PMK,” tambahnya.

Selanjutnya pemerintah juga berencana akan mengirimkan bantuan logistik obat-obatan, vitamin dan APD ke provinsi sentra ternak yang masih bebas PMK seperti Sulawesi Selatan, NTT dan Bali. Pengiriman tersebut direncanakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga : Canangkan Pertanaman IP300 di Jeneponto, Mentan SYL Optimistis Produksi Terus Meningkat

Nasrullah mengungkapkan, Kementan saat ini telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp48 miliar untuk pencegahan dan pengendalian PMK, terutama pengadaan vaksin nasional.

"Pembiayaan pengendalian dan pencegahan PMK ini selain dari APBN, juga ada sinergi dengan APBD dan sumber pembiayaan lainnya," ungkap Nasrullah.

Munculnya virus PMK ini, tentunya menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Hal ini wajar karena sudah lebih dari 20 tahun yang lalu sejak Indonesia terakhir kali menangani PMK. Meskipun demikian, Indonesia telah mempunyai pengalaman dalam menangani kasus penyakit hewan ini.

Baca Juga : Cegah Tertular PMK, Sapi Asal Kupang Tidak Diturunkan di Tanjung Perak

“Insya Allah, dengan menggandeng banyak pihak mulai dari Pemerintah Daerah, akademisi, para pelaku usaha, asosiasi, serta peternak, maka kita upayakan bersama-sama agar PMK ini bisa teratasi dengan baik, serta dapat meminimalisir kerugian yang mungkin timbul dari munculnya wabah ini,” ucap Nasrullah.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam beberapa kesempatan menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan 3 agenda untuk mengatasi wabah PMK ini.

“Agenda pertama adalah agenda SOS, agenda darurat termasuk melakukan lockdown wilayah atau kendang,” jelas Mentan SYL.

Baca Juga : Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Beberapa langkah darurat yang sudah dilakukan pemerintah adalah penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dengan PP no 47/2014, pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah, serta melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan.

“Agenda kedua adalah agenda temporary, seperti melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengendalian dan pencegahan PMK, pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten, serta melakukan pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK,” lanjut Mentan SYL.

“Agenda ketiga adalah agenda recovery, vaksinasi massal dan surveilans secara rutin, dan saat ini melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan, kita kebut untuk pembuatan vaksinnya,” pungkasnya.


Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-obatan dan APD ke Beberapa Wilayah | Bang Naga | on 8:34:26am Rabu 6 Juli 2022 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-obatan dan APD ke Beberapa Wilayah
Description: Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-obatan dan APD ke Beberapa Wilayah
Alamat: https://nextbook.co/news/9804391-kendalikan-pmk--kementan-kirim-obat-obatan-dan-apd-ke-beberapa-wilayah.html
Artikel Terkait

Artikel Lainnya


                            BPIP Tegaskan Pancasila Jadi Prinsip Dasar ASN

BPIP Tegaskan Pancasila Jadi Prinsip Dasar ASN


Lazoid.com ... Read More →














Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Super Irit, Pengguna Smartphone Ini Hanya Gunakan Kuota 500MB Sebulan
  • Trik Sembunyikan Foto dan Video di HP Oppo
  • LG Siapkan Mesin Cuci AI DD Dilengkapi Berbagai Kecerdasan dan Fitur ezDispense
  • Serbu Reward Gratis, Klaim Kode Redeem ML 6 Juli 2022
  • Begini Isi CV Bill Gates 48 Tahun Lalu Saat Melamar Kerja
  • Perang Paling Membagongkan dalam Sejarah, 10.000 Nyawa Mati Sia-sia
  • Link Nonton Classroom of the Elite Season 2, Tinggal Klik
  • Haikyuu: Pentingnya Kiyoko dan Yachi Bagi Tim SMA Karasuno
  • Akankah Galaxy S22 Ultra Sukses Gantikan Galaxy Note?
  • NASA Hilang Kontak dengan Pesawat Luar Angkasa dalam Perjalanan ke Bulan
  • Ini Daftar HP Android Tercepat Versi AnTuTu Juni 2022
  • Link Baca Solo Leveling, Lengkap dengan Sinopsis
  • Spesifikasi PC Fall Guys: Ultimate Knockout, Anti Lag
  • Terbaru! Xiaomi Mi Band 7 Pro Dilengkapi GPS, Banderolnya Terjangkau
  • Bagi-bagi Bundle Gratis, Cek Kode Redeem FF Max 4 Juli 2022

  • Cinta











    
                            5 Cara Sukses Jalin Hubungan dengan si Perfeksionis

    5 Cara Sukses Jalin Hubungan dengan si Perfeksionis


    Sumutkota.com ... Read More →






    Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2022 nextbook.co | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved


    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds