Berita Inforamsi Bola Terbaru 2022
Meski di Ambang Resesi, Usaha Ayam Crisbar bisa Terus Berkembang Berkat ShopeeFood | 3 Destinasi Wisata di Malang yang Wajib Dikunjungi saat Hari Libur Akhir Tahun Tiba | Rayakan Sumpah Pemuda, Bikin Damai Gen Z dan Boomers dengan Hangatnya KFC Coffee | Checkout Produk Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Keranjang Orange di Shopee Video | 5 Manfaat Olahraga Skipping, Praktis dan Ampuh Bakar Lemak! | Be Fun Be Pretty! Ini 4 Barang Penting yang Wajib Dibawa Saat Traveling | Holding Ultra Mikro Bawa Misi Bebaskan Pelaku Usaha Dari Jerat Rentenir | Nikmat Disantap Panas-Panas, Cheesy Mac Schotel Bisa Hangatkan Badan Kala Hujan | Mentan SYL Pastikan Kebutuhan Pangan hingga Akhir Tahun Aman | Cokelatnya Lumer, Lotus Biscoff Chocolate Chip Cookies Ini Enaknya Tak Main-Main | Cerahkan Hari dengan Sarapan Lontong Sayur Legendaris di Jakarta Ini Yuk! | Pengin Bekal Nasi Padang Tapi Selain Bungkusan? Sepiring Padang Hadirkan Solusinya | Lain dari Biasanya, Potato Donat di Jakarta Ini Ada Jus Pandan di Dalamnya | Dibuat dari Labu Kuning, Pumpkin Pao di Jakarta Ini Lezatnya Luar Biasa | Pakai Spam, Kreasi Kimbap Buatan Roti Puti Cocok Dinikmati Pecinta Kuliner Non-Halal |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Apa Itu Victim Blaming dalam Hubungan?

Oleh : Rista Simbolon (Via POPMAMA.COM ) | Diterbitkan 2 Bulan yang Lalu | Short link: https://nextbook.co/10361600

Bagikan Ke : Facebook Twitter


Menjalani hubungan rumah tangga yang harmonis dan baik-baik saja mungkin sulit dilakukan bagi sebagian orang. Terlebih lagi jika di dalam hubungan rumah tangga memiliki kondisi yang tidak sehat karena adanya victim blaming.

Victim blaming ternyata tidak hanya terjadi pada kasus kekerasan seksual saja, tetapi juga bisa hadir pada hubungan rumah tangga. Fenomena ini sebenarnya dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Untuk itu, perlu dipahami dengan baik agar bisa segera mengetahui tanda-tanda victim blaming di dalam hubungan.

Namun sebenarnya, apa itu victim blaming dalam hubungan? Berikut Popmama.com rangkumkan beberapa penjelasan mengenai victim blaming secara lebih detail.

Pengertian Victim Blaming

Pexels/Timur Weber

Victim blaming adalah sebuah istilah yang menyalahkan korban terhadap kesalahan yang menimpa dirinya sendiri. Padahal bukan dirinya yang bersalah dalam situasi atau permasalahan tersebut.

Menurut konselor Dr. Sharie Stines, LPCC, yang dilansir dari laman PsychCentral, victim blaming merupakan taktik manipulatif yang digunakan oleh pelaku untuk meyakinkan diri mereka sendiri dan korbannya bahwa masalahnya terletak pada orang lain.

Pada umumnya, pelaku victim blaming akan menyalahkan korban karena ingin merasa dirinya aman sendiri.

Tanda-Tanda Perilaku Umum yang Digunakan Pelaku Victim Blaming

Pexels/Timur Weber

Pelaku victim blaming sebenarnya dapat diketahui secara langsung dari tanda-tanda perilaku umum yang ditunjukkannya.

Dilansir dari laman Psychology Today, ada beberapa tanda-tanda perilakunya, antara lain:

  1. Mengalihkan fokus dengan menempatkan pasangan mereka pada posisi defensif. Tak hanya itu, pelaku juga mencirikan perilaku normal pasangan sebagai hal yang tercela.
  2. Membenarkan perilaku menyalahkan mereka dengan mengambil peran sebagai korban, seolah-olah mereka tidak punya pilihan selain membela diri terhadap orang-orang yang terus-menerus berusaha menyakiti mereka.
  3. Mengutip semua hal indah yang telah mereka lakukan untuk pasangan mereka.
  4. Berpura-pura memberikan kasih sayang dan pengertian untuk pasangan mereka, tetapi mengklaim bahwa perilaku pasangan mereka "egois, gila, atau irasional" melebihi dari kapasitas besar orang yang menyalahkan untuk memaafkan.
  5. Menceritakan tentang hak dan kesalahan yang salah tempat sambil menghindari penyelesaian.

Reaksi Khas dari Pelaku Victim Blaming

Pexels/MART PRODUCTION

Pihak korban yang disalahkan mau tidak mau harus siap menghadapi dampak dari pasangan mereka yang merupakan pelaku victim blaming ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Dikutip dari Psychology Today, reaksi khas yang dapat terlihat dari pelaku victim blaming, antara lain:

  • Mengamuk seperti membanting pintu, melempar barang, berteriak, menyebut nama, ancaman, tuduhan, perlakuan diam, atau pergi secara tiba-tiba.
  • Mencegah kamu berbicara dengan melangkahi kata-kata atau memutarbalikkan kata-kata yang kamu ucapkan dan menggunakannya untuk melawanmu.
  • Menangis dan mengklaim bahwa kamu tidak mencintainya lagi.
  • Menolakmu dengan memberikan penjelasan yang panjang, rumit, dan fiktif tentang mengapa dirimu bersalah. Selain itu, dia juga mencoba untuk meremehkanmu dengan memanfaatkan rasa malu dari kesalahan masa lalu atau rahasia yang telah kamu ceritakan padanya secara rahasia.
  • Melibatkan anak-anak dengan berbohong dan memberi tahu mereka tentang hal-hal buruk yang telah kamu lakukan dalam upaya untuk menyakitimu lebih jauh dan mendapatkan dukungan.
  • Mencoba untuk mendapatkan dukungan dari orang lain dengan memutarbalikkan fakta tentang apa yang telah terjadi sebenarnya.
  • Menghukummu dengan membatalkan rencana, mengganggu pekerjaan atau aktivitasmu, serta menahan hal-hal yang kamu inginkan atau butuhkan.
  • Meminta maaf dan mohon ampun. Dirinya sudah berjanjilah untuk melakukan yang lebih baik, namun tetap terus mengulangi perilaku menjengkelkan yang sama.

Cara menghindari argumen dengan pelaku victim blaming

Pexels/MART PRODUCTION

Pyskoterapi Amy Lewis Bear melalui laman Psychology Today, membagikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terseret dalam argumen irasional dengan pelaku victim blaming.

Ia menggunakan akronim BREAK (believe, resist, don’t engage, avoid, dan know) untuk membantunya menjelaskan hal ini.

Amy menerangkan bahwa yang bisa dilakukan pertama ialah percaya (believe) pada diri dan intuisi sendiri. Menurutnya, jika ada sesuatu yang terasa salah, itu berarti salah.

Ia menyarankan untuk belajar membangun kepercayaan pada diri sendiri, serta membedakan antara pikiran yang sebenarnya dengan pikiran yang ditanamkan oleh pelaku.

Berikutnya, Amy menyarankan untuk menolak (resist) mencoba membela atau menjelaskan diri sendiri. Menurut Amy, melakukan hal itu sama dengan menyiratkan bahwa tindakan pelaku baik-baik saja.

Lanjutnya, Amy menjelaskan untuk jangan terlibat (don’t engage) dalam diskusi. Bila ada yang ingin disampaikan, kamu bisa berbicara dengannya saat situasi sudah tenang.

Tak hanya itu, Amy pun menyarankan untuk hindari (avoid) mengambil kesalahan untuk menenangkan si pelaku ketika itu bukan salahmu.

Menurutnya, mengkompromikan diri sendiri akan melemahkan harga diri dan membuat diri menjadi rentan terhadap serangan emosional lainnya.

Terakhir, Amy mengatakan, kamu harus tahu (know) kapan mempraktikan sikap hangat kepadanya. Menurut Amy, kamu perlu memahami bahwa pasanganmu bisa saja memiliki kondisi psikologis serius yang kemungkinan berkembang dari pengalaman masa kecilnya.

Itulah rangkuman informasi tentang victim blaming dalam hubungan. Semoga saja, fenomena ini tidak pernah terjadi di dalam kehidupan rumah tanggamu, ya.


Apa Itu Victim Blaming dalam Hubungan? | Bang Naga | on 1:58:33am Minggu 4 Desember 2022 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Apa Itu Victim Blaming dalam Hubungan?
Description: Apa Itu Victim Blaming dalam Hubungan?
Alamat: https://nextbook.co/news/10361600-apa-itu-victim-blaming-dalam-hubungan-.html
Artikel Terkait

                                8 Rekomendasi Webtoon Indonesia yang Ceritanya Tidak Kalah Seru

8 Rekomendasi Webtoon Indonesia yang Ceritanya Tidak Kalah Seru


Sumutkota.com Popbela.com ... Read More →


                                Begini Jadinya Jika Toyota Bikin GR Prius

Begini Jadinya Jika Toyota Bikin GR Prius


Sumutkota.com Kompas.com ... Read More →


                                Bukan Pemanis Tampilan, Ini Fungsi Utama Door Visor

Bukan Pemanis Tampilan, Ini Fungsi Utama Door Visor


Sumutkota.com Kompas.com ... Read More →


                                4 Desember Diperingati sebagai Hari Artileri, Ini Sejarahnya

4 Desember Diperingati sebagai Hari Artileri, Ini Sejarahnya


Sumutkota.com IDN Times ... Read More →


                                5 Penyebab Anak Jadi Tak Menurut dengan Orangtuanya, Kok Bisa?

5 Penyebab Anak Jadi Tak Menurut dengan Orangtuanya, Kok Bisa?


Sumutkota.com IDN Times ... Read More →

Artikel Lainnya















Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • WhatsApp Siap Hadirkan Fitur Pencarian Pesan Berdasarkan Tanggal, Jadi Makin Praktis!
  • Daftar Harga HP Oppo Terbaru 2022, Oppo A15, Oppo A31, Oppo A53, Oppo A57, Oppo A92
  • 10 Video YouTube Terpopuler di Indonesia Tahun 2022, Ini Daftarnya!
  • Link Cek Sertifikasi Set Top Box dari Kominfo
  • Penampakan Pesawat Siluman Pengebom Terbaru Milik AS, Harganya Rp11 Triliun
  • 5 Perbedaan Kulkas Inverter dan Non Inverter, Unggul Mana?
  • Daftar Wilayah TV Analog Dimatikan di Jabar, Jateng, Yogya, dan Kepulauan Riau
  • Wanita Ini Latih Robot agar Bisa Ngobrol dengan Dirinya saat Masih Kecil
  • Cek Daftar Harga HP Oppo Termurah 2022: Oppo A16, Oppo A17, Oppo A55, Oppo A57, Mulai Rp 1 Jutaan
  • 5 HP OPPO dengan Kemampuan Fast Charging 80W, Opsi Paling Worth-it!
  • Jadwal Update ColorOS 13 untuk Pengguna HP Oppo di Indonesia
  • Harga dan Spesifikasi POCO M4 Pro, HP Gaming Murah dengan Layar AMOLED
  • 7 Trik Mengatasi Patah-patah saat Main Free Fire
  • TECNO Akan Lucurkan Phantom X2 Pro Pada 7 Desember, Kameranya Unik!
  • Harga HP Second POCO M4 Pro 6/128GB Desember 2022, Spek Gaming Cuma Rp 2 Jutaan!

  • Cinta



    
                            5 Tips Selesaikan Permasalahan Hubungan Percintaan

    5 Tips Selesaikan Permasalahan Hubungan Percintaan


    Sumutkota.com ... Read More →








    
                            [QUIZ] Di Mana Kamu akan Bertemu Pasanganmu?

    [QUIZ] Di Mana Kamu akan Bertemu Pasanganmu?


    Sumutkota.com ... Read More →






    Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2022 nextbook.co | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved


    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds